Rabu, 06 Juni 2012
ADIPURA DAN ADIWIYATA 2012
Minggu, 20 Mei 2012
Makna Stiker dan Pin Adiwiyata (Menuju Adiwiyata Mandiri)
1. GO GREEN berbalut sinar putih : Melambangkan kebersihan hati untuk berperilaku peduli dan berbudaya lingkungan.
2. Air di atas daun Sirih Merah (Paper Crocatum) : Melambangkan kerja keras tak kenal putus asa dan pahit getirnya berjuang untuk menyadarkan penduduk bumi yang sakit parah (tidak peduli akan kerusakan planet bumi yang mengancam keselamatan jiwa beserta isinya, sekaligus sebagai lambang obat mujarab yang ramah lingkungan) diiringi doa agar sadar dan peduli terhadap kelestarian alam semesta.
3. Daun dan akar berbalut sinar kuning : Melambangkan peringatan terhadap penduduk bumi akan kerusakan lingkungan yang melanda berupa: badai, tsunami, banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, menipisnya ozon, pemanasan global, pencemaran tanah, air, dan udara yang mengancam keselamatan penduduk bumi.
4. Daun berjumlah 5 : Melambangkan Pancasila sebagai dasar pelaksanaan untuk menegakkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup melalui jalur pendidikan.
5. Bunga teratai/lotus : Melambangkan sosok pelopor pendidikan di Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara dengan ajaran “Ing ngarso sung tulodho, Ing madya mangun karso, dan Tut wuri handayani” tercermin dalam perilaku kita di mana pun berada untuk selalu berperilaku peduli dan berbudaya lingkungan yang senantiasa memancarkan keindahan, kesabaran, kelembutan, kepedulian, kesejukan mata, hati, dan jiwa sebagai pedoman untuk mengabdi pada kelestarian lingkungan hidup demi terwujudnya cita-cita pembangunan berkelanjutan.
MAKNA PIN GO GREEN SMP NEGERI 5 KEPANJEN
1. GO GREEN berbalut sinar putih : Melambangkan kebersihan hati untuk berperilaku peduli dan berbudaya lingkungan.
2. Warna hijau tidak rata dalam lingkaran : Melambangkan bumi beserta isinya yang terancam keselamatannya karena ulah tangan manusia yang tanpa disadari berperilaku merusak kelestarian di bumi.
3. Pancaran sinar berbentuk elips/bulat telur : Melambangkan liku-liku perjalanan menyadarkan penduduk bumi untuk peduli dan berbudaya lingkungan.
4. Akar dan daun berbalut warna kuning : Melambangkan peringatan terhadap penduduk bumi akan kerusakan lingkungan yang melanda berupa: badai, tsunami, banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, menipisnya ozon, pemanasan global, pencemaran tanah, air, dan udara yang mengancam keselamatan penduduk bumi.
5. Bunga Teratai/Lotus : Melambangkan upaya untuk menyadarkan penduduk bumi melalui jalur pendidikan berpedoman ajaran Ki Hajar Dewantoro “Ing ngarso sung tulodho, Ing madya mangun karso, dan Tut wuri handayani” untuk berperilaku peduli dan berbudaya lingkungan agar tertanam kuat melekat dalam berperilaku untuk selalu ikut menjaga kelestarian lingkungan hidup dan mendukung terwujudnya cita-cita pembangunan berkelanjutan.
Selasa, 15 November 2011
WORKSHOP ECOPRENEURSHIP
Minggu, 30 Oktober 2011
Kunjungan SMP Negeri 13, 17, 23, 35, dan 45 Surabaya
Rabu, 28 September 2011
Kunjungan Kepala Sekolah Sub Rayon 05 Semarang
Para Kepala Sekolah tiba di Kepanjen pada pukul 05.00 pagi dan langsung menuju ke Rumah Makan Bojana Puri yang berada di wilayah Kepanjen bagian utara, beliau-beliau melakukan bersih diri dan sarapan disana sebelum akhirnya menuju ke SMP Negeri 5 Kepanjen pada pukul 08.00 WIB. Para tamu disambut dengan ramah oleh semua warga sekolah sehingga suasana kekeluargaan terasa di lingkungan sekolah. Para tamu yang datang langsung menuju ruang multi media SMP Negeri 5 Kepanjen dan menjelaskan paparan tentang apa dan bagaimana sekolah Adiwiyata itu?. Selama kurang lebih 60 menit didalam ruangan mendenagrkan paparan dari Kepala SMP Negeri 5 Kepanjen, para tamu mendapatkan kesempatan berkeliling lingkungan sekolah dengan melihat pokja-pokja apa saja yang sudah disediakan oleh sekolah dengan didampingi oleh beberapa orang siswa.
Pokja yang disiapkan pada hari itu adalah pokja UKS, Takakura, Composter Aerob, Biopori, Ovitrap, Sanitasi, Toga, Kantin UKS Kejujuran, Composter Multi Drum Sistem, serta Aneka Kerajinan dari bahan Limbah. Selain para tamu bisa berkeliling dan melihat-lihat suasana dan kegiatan di sekolah, mereka juga dipersilahkan mencoba bagaimana cara membuat pupuk compos menggunakan takakura dan composter aerob. selain itu juga mereka dipersilahkan untuk melihat dan mencoba membuat lubang biopori sebagai penyubur tanah, cara membuat ovitrap (perangkap telur nyamuk), mencuci tangan pakai sabun selama 20 detik, mencoba jamu tradisional yang diambil dari kebun dari di racik oleh para siswa, menggunakan kompor bertenaga metana dri sampah-sampah daun, serta melihat siswa yang sedang membuat wayang kulit. Selain itu, para tamu juga disuguhi pemandangan luas persawahan dan gunung yang ada di belakang SMP Negeri 5 Kepanjen, mereka juga takjub atas keanekaragaman hayati yang ada di sekolah ini. Berbagai macam bunga, tanaman langka, tanaman buah, tanaman obat, kolam ikan dengan sumber air sungai.
Setelah kegiatan selesai pada pukul 11.00, para rombongan bertolak meninggalkan SMP Negeri 5 Kepanjen untuk menuju ke tempat yang selanjutnya.
tempat pengolahan sampah organik menjadi kompos menggunakan sistem Takakura
ditinggalkan oleh pimpinan rombongan Kepala Sekolah
Sabtu, 24 September 2011
KUNJUNGAN SMPK KOLESE 1 DAN 2 MALANG
Selasa, 23 Agustus 2011
PROSESI PENYAMBUTAN TIM EVALUASI ADIWIYATA NASIONAL 2010
SMP Negeri 5 Kepanjen yang merupakan sekolah negeri menengah pertama yang terakhir berdiri di Kecamatan Kepanjen. Sekolah yang berdiri pada 1 Juli 1986 ini merupakan sekolah yang pertama kali dan satu-satunya di Kabupaten Malang yang peduli dan berbudaya lingkungan dan telah mendapatkan Penghargaan Adiwiyata Nasional sejak tahun 2010. Penghargaan itu bukan begitu saja bisa didapatkan oleh SMP Negeri 5 Kepanjen, melainkan dengan mencurahkan segenap tenaga, waktu, dana, dan kluarga. Banyak kegiatan di SMP Negeri 5 Kepanjen yang didanai dengan Pembiayaan Mandiri (tidak bergantung pada pemda) sehingga dengan tergopoh-gopoh SMP Negeri 5 Kepanjen bisa meraih gelar sebagai sekolah yang Peduli dan berbudaya lingkungan Adiwiyata Nasional tahun pertama pada 2010 dan Adiwiyata Nasional tahun kedua pada 2011. Dan SMP Negeri 5 Kepanjen memohon do'a restu untuk menyambut datangnya penilaian dan agar SMP Negeri 5 Kepanjen bisa mendapatkan gelar sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri tingkat Nasional. Semoga bukan gelar semata saja yang didapat melainkan sikap dan perilaku warga sekolah SMP Negeri 5 Kepanjen yang Pesuli dan Berbudaya Lingkungan dapat bertambah semakin baik serta bisa berimbas pada lingkungan masyarakat sekitar yang berada di wilayah kepanjen pada umumnya.
Berikut adalah prosesi penyambutan Tim Evaluasi Adiwiyata Nasional sekaligus mengkampanyekan peringatan hari bumi di SMP Negeri 5 Kepanjen.
RENCANA PROSESI
PENYAMBUTAN TIM EVALUASI ADIWIYATA NASIONAL
DAN PERINGATAN HARI BUMI DI SMP NEGERI 5 KEPANJEN
TANGGAL 22 APRIL 2010
I. PENYAMBUTAN DI RADIUS 100 METER (PINTU GERBANG)
1. TIM JURI beserta rombongan berhenti di radius 100 meter dari SMP Negeri 5 Kepanjen diatur oleh Patroli Keamanan Sekolah (PKS).
2. TIM JURI beserta rombongan disambut dua Kader Cinta Lingkungan (KCL) untuk menerima selebaran tentang Larangan Merokok di area sekolah dan leaflet Vegetarian.
3. TIM JURI disambut dua Kader Cinta Lingkungan untuk pengalungan ID Card.
4. TIM JURI disilakan mengambil topi lapangan yang disiapkan KCL.
5. TIM JURI menggunting pita sebagai tanda dimulainya Evaluasi Adiwiyata Nasional di SMP Negeri 5 Kepanjen.
6. TIM JURI beserta rombongan dipandu KCL memasuki pintu gerbang sekolah dengan menggunakan 3 bahasa yaitu: Bahasa Jawa, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
II. PENYAMBUTAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH
1. Bapak Kepala Sekolah dan TIM Terima Tamu di halaman Mushola berjajar ke selatan sampai Ruang TU menghadap ke Timur menyalami TIM JURI beserta rombongan dipandu KCL.
2. Kader Cinta Lingkungan yang tergabung dalam kelompok Seni Tari menyamtut TIM JURI beserta rombongan dengan tari masal SELAMAT DATANG di Lapangan Basket.
3. Searah jarum jam,TIM JURI ditunjukkan Ruang TU/KS, Ruang UKS, Ruang sekretariat Adiwiyata, Toilet Guru, Ruang Lab. Komputer, Ruang BK, Ruang Multimedia, Majalah Dinding, dan Ruang OSIS. Selanjutnya TIM JURI ditunjukkan proses pembuatan Biopori di Taman Depan Ruang Guru.
4. Usai menyaksikan Biopori,TIM JURI ditunjukkan proses pembuatan Kompos sistem Aerob dan Takakura di Utara Tugu UKS I, TRIAS UKS di Tugu UKS I, proses pembuatan Ovitrap di Taman Sebelah Barat Kelas VIII E. Selanjutnya TIM JURI ditunjukkan Gazebo tempat KCL diskusi Lingkungan dengan Permainan Ular Tangga kemudian dimohon menanam pohon di depan Gazebo sebagai penanda peringatan Hari Bumi. Kemudian TIM Juri ditunjukkan toilet Siswa.
5. Setelah melihat Toilet Siswa, TIM JURI ditunjukkan Kreasi Seni Berbahan Limbah di Selasar Kelas VIII A B, Ruang Koperasi Siswa, Tempat Cuci Tangan Siswa, Stan Pameran Toga, Ruang Perpustakaan, Ruang Kantin UKS.
6. Setelah ditunjukkan Kantin UKS, TIM JURI ditunjukkan Kolam ikan. Kolam ikan I di Utara Perpustakaaan dan diversifikasi dengan Kandang ayam.
7. Selanjutnya TIM JURI ditunjukkan Tempat Pembibitan dan Taman TOGA.
8. Usai melihat Kolam Ikan II TIM JURI ditunjukkan Tandon Air, Lab.IPA, dan lapangan Basket. Selanjutnya TIM JURI dipersilakan memasuki Aula.
III. PENYAMBUTAN DI AULA
Acara penyambutan di Aula dipandu oleh KCL MC. Adapun Susunan Acara Penyambutan TIM JURI di Aula adalah sebagai berikut:
Praacara TIM JURI dan Rombongan disambut Tari Beskalan oleh KCL.
1. Pembukaan
2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur`an dan Sari Tilawah oleh KCL
3. Presentasi Pelaksanaan Adiwiyata oleh Kepala Sekolah
4. Pembacaan Puisi Lingkungan oleh KCL
5. Sambutan TIM JURI Adiwiyata Tingkat Nasional
6. Penilaian Adiwiyata oleh TIM JURI
7. (TIM JURI melaksanakan penilaian di lingkungan sekolah, KCL memandu menunjukkan Lokasi yang dituju TIM JURI) Usai melaksanakan Evaluasi TIM JURI dipandu KCL memasuki Aula. Sambil menunggu TIM JURI dan rombongan memasuki Aula KCL menghibur lagu – lagu dolanan.
8. Laporan Penilaian Adiwiyata oleh TIM JURI Nasional (feedback)
9. Pemberian Cinderamata oleh Kepala Sekolah
10. Sambutan / Ucapan Selamat Jalan oleh Kadiknas / Ka. BLH Kabupaten Malang.
IV PENYAMBUTAN DI TAMAN
Usai acara di Aula TIM JURI dan rombongan dipandu KCL untuk ramah-tamah di Taman (waktu menyesuaikan). Selanjutnya TIM JURI diminta menuliskan pesan dan kesan pada kanvas yang disiapkan di Taman Depan.
V PENYAMBUTAN DI SELATAN GERBANG
Sebelum TIM JURI dan rombongan meninggalkan sekolah, KCL pemandu memohon TIM JURI untuk melepas burung Prenjak sebagai pertanda berakhirnya Kunjungan Lapangan Adiwiyata di SMP Negeri 5 Kepanjen. Bapak /Ibu guru dan KCL berbaris menghadap ke Barat untuk menyalami TIM JURI beserta tamu undangan. Selamat jalan semoga selamat sampai tujuan. Ditemani burung – burung prenjak bernyanyi, kami berharap TIM JURI datang lagi ke sini untuk Evaluasi ADIWIYATA MANDIRI. Salam jabat erat selalu, ingat yang terbaik. Sayonara.
Kepanjen, 22 April 2010
Kepala Sekolah
SUTIKNO, M.Pd
Pembina,
NIP. 19580827 198111 1 002
Rabu, 31 Maret 2010
Running An Environmental Workshop In SMPN 5 Kepanjen Malang
by James Ogilvie - England
Today we left very early in the morning to drive to SMPN 5 Kepanjen Malang, a school located in a town outside Surabaya called Malang. When we arrived we were taken out for breakfast with the principal and some of the teachers.
When we returned to the school after eating, we were introduced to a class of students who showed us around the school. It was a very nice school and was very clean and tidy, and the children were clearly proud of this. They have many plants, flowers and trees in the school grounds, which make it look very attractive. They run a program where each child has to bring a plant to school and be responsible for it, which added to the overall greenness of the school and the classrooms. They also have a fish pond with lots of fish and water lilies, and we helped to feed the fish before returning to the classroom.
We ran a workshop with the children where Yusuke and I spoke gave presentations to them about recycling, water problems and eco-schools in England and Japan. The the children and the teachers were very interested in all of the things we discussed and asked many questions. After that, Roni spoke to them about global warming and climate change, but was mostly in Indonesian so I did not understand very much!
Before leaving, we had the usual photo session with the children and the teachers. Although this time I was also asked to sign literally a hundred autographs, which was a new experience for me! It made me feel even more like a celebrity in Indonesia than ever before.

